Thursday, October 15, 2009

Antara Perintah dan Larangan

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِي جُرْثُوْمِ بْنِ نَاشِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى فَرَضَ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيِّعُوْهَا، وَحَدَّ حُدُوْداً فَلاَ تَعْتَدُوْهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلاَ تَبْحَثُوا عَنْهَا.
[حديث حسن رواه الدارقطني وغيره.
Dari Abi Tsa’labah Al Khusyani Jurtsum bin Nasyir radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dia berkata : Sesungguhnya Allah ta’ala telah menetapkan kewajiban-kewajiban, maka janganlah kalian mengabaikannya, dan telah menetapkan batasan-batasannya janganlah kalian melampauinya, Dia telah mengharamkan segala sesuatu, maka janganlah kalian melanggarnya, Dia mendiamkan sesuatu sebagai kasih sayang buat kalian dan bukan karena lupa jangan kalian mencari-cari tentangnya .
(Hadits hasan riwayat Daruquthni dan lainnya).

Mengatakan Ya dan Melaksanakan sesuatu Perintah adalah lebih mudah berbanding mengatakan Tidak dan Meninggalkan sesuatu Larangan.

Ramai orang boleh melaksanakan perintah yang diwajibkan bahkan mereka juga dapat melakukan amal-amal sunat dengan banyak namun tidak ramai yang dapat meninggalkan larangan yang diwajibkan mereka menjauhinya.

“Sesungguhnya Syurga itu diseliputi dengan perkara yang dibenci manakala Neraka itu diseliputi dengan perkara syahwat(keinginan).” al-Hadis.

Solat sunat 2,4 atau 6 rakaat, bersedekah, membaca al-Quran dan sebagainya tidak menjadi beban kepada ramai orang namun sesuatu yang amat beban untuk meninggalkan umpatan, bercakap bohong, mengkianati dan menzalimi orang kepada mereka yang telah menjadi kebiasaan melakukannya.

Adakah disana terdapat perbahasan mengenai yang mana lebih utama, samada melaksanakan perintahNya atau menjauhi laranganNya?


Mengkoreksi diri,

Tg Abd Ghafar B Tg Ahmad
12.59 am
27 syawal 1430H
16 Oktober 2009
Pasir Panjang,
Kuala Terengganu.

Template by - Abdul Munir - 2008